![]() |
| Surat Al-Baqarah: 250 |
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ ﴿٢٥٠﴾
Do'a ini mengisahkan tentang seorang hamba Allah yang sangat sholeh, yang memohon kepada-Nya agar dimenangkan dalam peperangan. Dia adalah Thalut, seorang raja dari Bani Israil.
Pada ayat sebelumnya (QS. Al-Baqarah: 249) dikisahkan, ketika raja Thalut pergi bersama bala tentaranya untuk melawan kedzaliman, Allah ingin menguji sejauh mana ketabahan mereka dalam menghadapi cobaan dan ujian.
Mereka diuji dengan sebuah sungai yang tidak boleh diminum airnya, meskipun harus mati menahan rasa haus dahaga. Menurut Ibnu Abbas, sungai yang dimaksud adalah sungai yang terletak di Palestina.
Sebagian besar dari pasukan tentara Thalut tidak sanggup menghadapi ujian tersebut, lalu mereka pun melanggar larangan dengan meminum air sungai tersebut. Hanya sebagian kecil dari mereka (yang kuat iman dan keyakinannya) yang berhasil menyeberangi sungai tersebut.
Tidak berhenti sampai di situ saja, ujian mereka pun bertambah dengan melihat bala tentara musuh yang akan mereka hadapi, yaitu pasukan tentara raja Jalut yang jumlahnya sangat banyak, sementara jumlah mereka (tentara raja Thalut) hanya tersisa sedikit.
Beberapa dari mereka yang memiliki iman dan keyakinan kuat memberikan semangat kepada yang lainnya, bahwa janji Allah adalah benar, betapa banyak kelompok kecil mengalahkan kelompok besar dengan izin Allah.
Kemudian mereka memohon kepada Allah dengan do'a seperti tersebut di atas. Sampai akhirnya salah seorang dari pasukan raja Thalut, yaitu nabi Daud, berhasil membunuh raja Jalut dengan menggunakan ketapel.
Sesuai janji Raja Thalut kepada siapa yang berhasil mengalahkan Raja Jalut akan dinikahkan dengan putrinya, akhirnya Raja Thalut menikahkan putrinya dengan nabi Daud, lalu ia diberi kekuasaan untuk memimpin kerajaan.
Kumpulan do'a lainnya:

Komentar
Posting Komentar